Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang penggerak
organisasi, selain ketika menengok ke belakang ternyata sudah ada
amunisi-amunisi baru yang siap untuk menggantikannya. Sebuah karunia Allah yang
wajib disyukuri dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Karena di
tengah-tengah maraknya budaya hedon dan pragmatisme di dunia mahasiswa, memang
sangat sulit mencari orang-orang yang mau mengorbankan waktu dan tenaganya
untuk manjadi penopang cita-cita umat dan bangsa tercinta ini. Namun demikian,
kita tidak perlu terlalu khawatir karena Allah telah menjamin dalam firmanNya “Dan hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan
mencegah dari yang munkar; merekalah orang- orang yang beruntung.”
Sebagai organisasi yang berbasis kader, maka regenerasi
dapat diibaratkan sebagai bahan bakar dalam setiap langkah gerak HMI. Untuk
itu, diperlukan ekstra tenaga, waktu, dan pikiran untuk
mengusahakan terciptanya regenerasi yang berkesinambungan di setiap tingkatan,
dari mulai Pengurus Besar sampai Komisariat. Sebesar dan sehebat apapun sejarah
yang telah ditorehkan oleh para pendiri dan tokoh-tokoh HMI di masa lalu, tak
akan ada artinya jika di masa mendatang tidak ada lagi kader-kader yang siap
dan berkompeten untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya.
Sehingga patutlah jika terlaksananya Latihan Kader I beberapa waktu yang lalu, dijadikan sebagai harapan baru bagi terbinanya insan-insan yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan perannya dalam berorganisasi, serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa. Sebagian orang mungkin menganggapnya berlebihan, namun bukankah kebesaran dan kejayaan Islam yang berlangsung lebih dari tujuh abad juga diawali oleh golongan yang sedikit? Maka dari itu, tak perlu berkecil hati, apalagi bersikap pesimistis, dalam mengemban tujuan HMI yang terkesan utopis atau mustahil terwujud. Karena seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW berikut para sahabat dan penerusnya, bahwa golongan yang jumlahnya sedikit dan tadinya lemah pun mampu meraih kemenangan, tentunya dengan semangat yang dilandasi oleh iman yang kuat kepada Allah SWT. Dengan pemahaman akan peran fungsi sebagai kader umat dan kader bangsa, serta konsistensi yang dilandasi dengan keikhlasan, Insya Allah kita akan tetap berada dalam jalur cita-cita tersebut.
Untuk itu diharapkan kepada seluruh kader HMI, baik yang masih baru maupun yang sudah lama lulus LK I, untuk senantiasa belajar dan tidak cepat merasa puas dengan kemampuan intelektual dan berorganisasi yang dimiliki. Masih akan selalu ada ruang ketidaksempurnaan dalam pribadi kita yang menuntut untuk terus diisi dengan mata air pengetahuan. Hal tersebut merupakan sunatullah yang harus dipahami oleh tiap-tiap kader HMI sehingga kegiatan belajar dan memberi pengajaran bukan lagi dianggap sebagai beban yang melelahkan, melainkan sebagai manifestasi tujuan akhir kita untuk kembali ke pangkuan Sang Maha Sempurna.
Selamat berkader untuk para calon penggerak bangsa ini,
insan-insan yang akan menjadi tonggak lahirnya bangsa baru yang tidak lagi bisa
dianggap remeh lalu dengan penuh percaya diri mampu melepaskan diri dari
predikat ‘negara dunia ketiga’. Dengan izin dan ridho Allah SWT, mimpi tersebut
pasti akan terwujud. Dan, tentu saja, di pundak kita inilah mimpi tersebut
disematkan. Bismillahirrahmanirrahim, yakinkan dengan iman, usahakan dengan
ilmu, dan Insya Allah akan sampai dengan amal
Diterbitkan juga di Buletin "Insan Cita"
Edisi : I/08/04/1434
