Kamis, 19 Juli 2012

Jum'at Sabtu Sama Saja


Hari ini, teman-temanku sedang ribut tentang hari pertama pelaksanaan ibadah puasa romadhon. Apakah besok, ataukah lusa. Bahkan, sebelum sidang Isbat berlangsung (yang akhirnya memutuskan bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari sabtu), mereka sudah mencari informasi terkaoit hal tersebut kesana kemari. Ada yang menghubungi orang tua masing-masing, ada pula yang mengobok-obok internet untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
Sebenarnya hal tersebut wajar dan sah-sah saja terjadi. Karena secara naluriah manusia akan selalu mencari legitimasi atas hal-hal yang ingin mereka lakukan. Namun, yang tidak aku sukai dari ‘keributan’ tersebut adalah perasaan sok benar dan menjatuhkan pihak lain yang berbeda pendapat. Bahkan ada yangmengatakan bahwa mereka yang berpuasa pada hari jum’at berarti tidak patuh terhadap pemerintah. Dalam hal ini, yang dimaksud mereka mungkin adalah organisasi Muhammadiyah yang tahun ini memutuskan untuk tidak mengikuti sidang Isbat serta sejak dini telah menentukan bahwa hari pertama puasa Ramadhan jatuh pada hari jum’at. Sungguh sebuah tuduhan yang tidak mendasar.
Bagiku, yang tidak jelas antara pengikut NU atau Muhammadiyah, perbedaan penentuan awal puasa atau lebaran tidaklah perlu terlalu dijadikan soal. Sebagai orang awam, aku sangat yakin mereka yang telah ahli dan berwenang dalam melihat hilal, atau apapun metodenya, pasti telah bekerja secara jujur dan teliti. Kita tinggal mengikuti saja mana yang sekiranya lebih cocok dengan kata hati kita. Toh, dengan perbedaan ini sama sekali tidak ada yang dirugikan.
Dan bagi kawan-kawan semua, selamat menunaikan ibadah puasa. Memulai bulan ramadhan pada hari jum’at ataupun sabtu bagiku sama baiknya. Yang tidak baik itu yang tidak puasa (syarat dan ketentuan berleku). Hehee...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar