Selasa, 13 Maret 2012

Great Night with Superman is Dead


“Nonton bareng Manchester United Vs. Wesbromich Albion.” Kira-kira kalimat seperti itulah yang kubaca di sebuah balIho di ujung jalan Agus Salim Madiun. Awalnya tidak terlalu kuperhatikan karena aku termasuk seorang manchunian yang tidak suka dengan acara-acara nonton bareng seperti itu. Bagiku lebih baik nonton TV di rumah sambil menikmati segelas kopi susu yang nikmat dan, ehmm.. gratis.

Namun, ketika melihat logo kecil di pojok kanan atas baliho yang menginfokan bahwa bintang tamunya adalah SID (akronim dari superman is dead), aku langsung berubah pikiran. Apalagi ketika membuka facebook dan twitter, ada kawan-kawan mantan outsider yang pengen datang juga. maka, langsung saja kukontak mereka untuk datang bersama-sama. Itung-itung mengenang masa-masa muda dulu, hehee…

Dan jadilah, walaupun hujan gerimis mengguyur hampir semua wilayah kota Madiun semenjak sore hari, kita tetap datang ke markas Brimob, tempat digelarnya acara nonton bareng tersebut. bersama tiga mantan anggota outsider lainnya, akhirnya aku bisa menikmati konser SID untuk pertama kalinya sejak tiga tahun yang lalu. Tapi, tidak seperti dulu yang setiap konser aku selalu berada di barisan paling depan sambil pecicilan bergoyang fogo, kali ini aku, dan tiga temanku yang lain, hanya berdiri dan sedakep di tempat sepi di barisan paling belakang. Hahaa, waktu memang sangat berkuasa untuk merubah segalanya.

Walaupun begitu, setidaknya hentakan sebelas lagu dari Jerinx, Eka, dan Bobby ini sanggup menghilangkan kekecewaanku pada dunia palsu yang telah kujalani tiga tahun belakangan ini. Di tempat yang penuh dengan gembel, anak-anak urakan, dan alunan musik cadas ini bisa kutemukan solidaritas dan kejujuran yang tidak bisa kutemukan di tempat yang penuh dengan orang-orang rapi dan sopan. Karena justru di tempat yang terlihat ‘baik’ itulah orang-orangnya tega memangsa kawan yang ‘katanya’ satu perjuangan.

Akhirnya, walaupun tertipu oleh iklan di baliho karena yang ditayangkan ternyata pertandingan Chelsea Vs. Stoke City, malam itu aku bisa pulang dengan kepala tegak dan dada bergemuruh. Masih terngiang salah satu bait lagu yang paling aku suka di telingaku…

“Aku bukan pahlawan berparas tampan, sayap-sayap pupus terbakar
Sayap-sayap pupus terbakar…
Salah enar semua pernah kulakukan,
Angkat gelas kita bersulang!!!!”
Kenangan masa muda dulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar