Senin, 16 September 2013

Keajaiban

Ketika Ibrahim merasa kedinginan di tengah kobaran api, itulah keajaiban. Ketika Musa membelah laut merah dengan sabetan tongkatnya, itulah keajaiban. Dan ketika Isa berjalan dengan tenang di atas air, itulah keajaiban.
Kurang lebih begitulah sebagian dari kita menjawab ketika disuguhi pertanyaan tentang apa itu keajaiban. Dan sangat wajar, karena pada kisah-kisah tersebut kita bisa merasakan betapa hebatnya Tuhan. Apapun yang dikehendakiNya pasti terjadi, sekalipun harus melanggar hukum-hukum alam yang diciptakan-Nya sendiri. Itulah definisi keajaiban menurut sebagian orang.

Karena definisi keajaiban yang hebat itulah kita manusia biasa, yang tak seteguh Ibrahim, tak sehebat Musa, dan tak semulia Isa sering sekali merasa iri. Entah sudah berapa banyak doa-doa tak tahu diri yang terucap. Meminta apa yang kita kehendaki dengan membabi buta. Keajaiban, keajaiban, dan keajaiban.
Itulah yang berulang kali, dengan penuh ketidaksabaran, kita pertanyakan kepada Tuhan. sungguh lucu tingkah manusia.

Aku berimajinasi, mungkin di atas sana Tuhan sedang cekikikan. Menertawakan lelucon yang diperbuat ‘anak-anak’Nya.

Bagaimana Tuhan tidak cekikikan? Di dunia manusia meminta keajaiban, tapi tidak melihat tanda-tanda yang nyata dariNya. Manusia minta menjadi orang yang berilmu tinggi, punya gelar haji atau ustadz, bahkan ada yang kurang ajar meminta dirinya sendiri menjadi tuhan kedua, yang berhak menentukan manusia mana yang benar dan mana yang tersesat.

Tanpa disadari permintaan-permintaan tersebut membutakan manusia dari keajaiban yang sesungguhnya. Banyak yang tidak menyadari bahwa dibalik senyum orang miskin yang dibantunyalah, sebenarnya terletak keajaiban. Di kening bocah yatim yang diusapnyalah, tersimpan keajaiban. Dan di sekujur tubuh orang tua yang dia bersihkan kotoran-kotorannya lah, ada keajaiban yang dicari-cari.

Entah bagaimana metode kerja Tuhan yang maha baik ini. Dan karena kebaikanNya lah tidak semua doa dikabulkan.

Dan tentu saja karena kebaikanNya juga lah manusia diberi petunjuk tentang apa yang harus diminta. Dengan tanda-tanda yang tidak semua mampu menyadarinya.


Itulah, keajaiban…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar