Ketika Ibrahim merasa kedinginan di tengah kobaran api, itulah keajaiban. Ketika Musa membelah laut merah dengan sabetan tongkatnya, itulah keajaiban. Dan ketika Isa berjalan dengan tenang di atas air, itulah keajaiban.
Kurang lebih begitulah sebagian
dari kita menjawab ketika disuguhi pertanyaan tentang apa itu keajaiban. Dan sangat
wajar, karena pada kisah-kisah tersebut kita bisa merasakan betapa hebatnya
Tuhan. Apapun yang dikehendakiNya pasti terjadi, sekalipun harus melanggar
hukum-hukum alam yang diciptakan-Nya sendiri. Itulah definisi keajaiban menurut
sebagian orang.
Karena definisi keajaiban yang
hebat itulah kita manusia biasa, yang tak seteguh Ibrahim, tak sehebat Musa,
dan tak semulia Isa sering sekali merasa iri. Entah sudah berapa banyak doa-doa
tak tahu diri yang terucap. Meminta apa yang kita kehendaki dengan membabi
buta. Keajaiban, keajaiban, dan keajaiban.
Itulah yang berulang kali, dengan
penuh ketidaksabaran, kita pertanyakan kepada Tuhan. sungguh lucu tingkah
manusia.
Aku berimajinasi, mungkin di atas
sana Tuhan sedang cekikikan. Menertawakan
lelucon yang diperbuat ‘anak-anak’Nya.
Bagaimana Tuhan tidak cekikikan? Di dunia manusia meminta
keajaiban, tapi tidak melihat tanda-tanda yang nyata dariNya. Manusia minta
menjadi orang yang berilmu tinggi, punya gelar haji atau ustadz, bahkan ada
yang kurang ajar meminta dirinya sendiri menjadi tuhan kedua, yang berhak
menentukan manusia mana yang benar dan mana yang tersesat.
Tanpa disadari
permintaan-permintaan tersebut membutakan manusia dari keajaiban yang
sesungguhnya. Banyak yang tidak menyadari bahwa dibalik senyum orang miskin
yang dibantunyalah, sebenarnya terletak keajaiban. Di kening bocah yatim yang
diusapnyalah, tersimpan keajaiban. Dan di sekujur tubuh orang tua yang dia
bersihkan kotoran-kotorannya lah, ada keajaiban yang dicari-cari.
Entah bagaimana metode kerja
Tuhan yang maha baik ini. Dan karena kebaikanNya lah tidak semua doa
dikabulkan.
Dan tentu saja karena kebaikanNya
juga lah manusia diberi petunjuk tentang apa yang harus diminta. Dengan
tanda-tanda yang tidak semua mampu menyadarinya.
Itulah, keajaiban…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar