Sebagai pelajar jurusan IPA sewaktu SMA,
mungkin kegemaranku ini bisa dibilang aneh. Semenjak kelas satu (sebelum masuk
di jurusan IPA) aku sangat suka dengan pelajaran sejarah. Dan untungnya,
pelajaran sejarah ini tetap diberikan kepada seluruh kelas, baik IPA, IPS,
maupun kelas bahasa. Alasannya adalah agar pelajar-pelajar di SMA tidak
melupakan sejarah. Dan bisa ditebak, pelajaran sejarah akhirnya menjadi
pelajaran yang paling aku sukai ketika itu, tentu saja setelah kimia. Selain
menyenangkan, ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Kegagalan, kemenangan,
kebiadaban, dan sikap hidup yang mulia, semua terangkum secara lengkap dalam
bingkai sejarah. Tergantung bagaimana kita memaknai dan mengambil pelajaran
darinya.
Namun sayangnya, masih sangat sedikit
pemuda Indonesia yang sekedar tertarik untuk belajar sejarah. Mereka nampaknya
telah lupa bahwa Nusantara yang pernah berjaya mengatasi serangan bangsa Mongol
di era Majapahit ini juga telah menjadi budak bangsa Belanda selama tiga
setengah abad. Mereka juga tidak pernah betul-betul paham bahwa rakyat sangat
menderita akibat politik mercusuar yang dicanangkan Bung Karno, juga
orang-orang yang dibungkam, bahkan diculik di era pemerintahan Soeharto.
Sebagian dari mereka telah terbuai
mimpi-mimpi masa depan yang penuh dengan ilusi. Menginginkan kesejahteraan
pribadi agar dapat memuaskan nafsu perut dan gaya hidup hedonnya. Ditambah
dengan banyaknya acara televisi sampah yang memprogandakan bahwa mengurus
masalah cinta dengan pasangan lebih penting dari apapun. Sehingga untuk belajar
sejarah secara sederhana pun, tidaklah terpikirkan oleh mereka.
Sebagian uraian di atas telah cukup
menjadi alasan bagiku untuk menuliskan sejarah hidupku yang baru seumur jagung
ini. Tentunya dengan keterbatasan kemampuan menggali dan mengolah informasi
serta tidak mumpuninya teknik penulisan.
Walaupun begitu, aku anggap niatku ini
adalah wujud nyata dari penghargaanku terhadap nilai-nilai sejarah dan seperti
yang telah disampaikan sebelumnya, akan banyak hal yang bisa kuambil dari kisah
sejarah yang sederhana ini. Karena menurutku, bagaimanapun bentuknya sejarah
merupakan landasan paling awal bagi kita untuk merubah masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar