Sebagai manusia terkadang kita memang butuh waktu dimana kita bisa sendiri. Menikmati suasana sepi, di dalam sebuah kamar kos yang sempit ditemani alunan musik blues yang menghanyutkan. Tak lupa semilir angin yang berasal dari kipas angin buntut sedikit membantu mengatasi panasnya kota walau di malam hari.
Dalam suasana tersebut, semua jadi nampak sentimentil dan sangat tenang. Ada perasaan aneh yang aku rasakan, entah apa itu tapi aku sangat malu untuk menyebutnya dengan kata ‘galau’. Entah kenapa semua bayang-bayang masa lalu tiba-tiba melintas dalam kepalaku. Sesaat muncul kenangan masa kecilku, dimana aku masih bisa menggunakan indra penglihat, perasa, dan pendengaranku untuk mengetahui keberadaan anggota keluargaku yang utuh secara langsung, dimana aku masih bisa bercerita banyak hal kepada bapak, dan dimana aku masih bisa bergelayut diantara dua kursi depan mobil yang disana ada bapak dan ibuku.
Sesaat kemudian, muncul kenangan bersama-sama teman masa kecil yang tak pernah bisa dilupaan. Terekam jelas dimana aku bisa menikmati waktu menyenangkan bersama mereka. Aku merindukan saat dimana kita bisa saling bercanda, membual, dan terkadang bertengkar tanpa sedikitpun memendam benci yang berkepanjangan. Aku tak pernah membayangkan keadaannya kini sudah sangat berbeda.
Waktu telah mengubah segalanya. Aku seperti tidak mengenal mereka lagi. Sedih rasanya ketika sekarang bertemu hanya bisa saling sapa sekedarnya, tanpa ada lagi bahan yang bisa diobrolkan, apalagi diuat bercanda. Kita sudah sama-sama lupa cara menikmati waktu bersama.
Tak lama kemudian, muncul lagi bayangan diriku tengah memakai seragam putih abu-abu. Aku masih sangat ingat bagaimana senangnya aku ketika untuk pertama kalinya pergi ke sekolah dengan mengenakan celana panjang. Dengan SIM C dan helm pertamaku, kumulailah fase baru dalam kehidupanku. Fase hidup yang dikatakan orang-orang sebagai masa ABG.
Masa ini mungkin menjadi masa yang sangat dinamis dalam hidupku. Disinilah aku sempat merasakan kesedihan yang mendalam karena harus kehilangan seorang figur yang sangat aku cintai dan butuhkan. Tapi disinilah aku bisa mengenal sahabat-sahabat yang tetap dekat sampai saat ini. Dan di masa inilah aku mengalami konflik batin yang sangat hebat untuk menentukan masa depanku. Sebuah masa depan yang penuh dengan obsesi dan ambisi, masa depan yang saat ini sedang tertatih kuperjuangkan.
Semoga Tuhan selalu meridhoi jalan ini. Jalan hidup seorang yang sekedar ingin memplokamirkan dirinya sebagai Pejuang Jalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar